Posted by: Carlin Siagian | March 31, 2011

Kamu yang Pertama

Kamu wanita pertama yang membuatku kagum di sekolah itu dan aku masih ingat saat itu adalah penutupan MOS (Masa Orientasi Siswa) dan saat itu semua peserta MOS menyanyikan lagu “Kemesraan”.

Kamu yang pertama yang bisa membuat keteduhan saat kebaktian pagi… pendengar yang biasanya ribut, saat itu diam membisu melihatmu berdiri di podium dan mendengar khotbahmu… Dan aku adalah salah satu dari pendengar itu.

Kamu yang pertama yang menyisipkan surat ***** di tas sekolahku… Sebenarnya kamu ingin meneleponku, tapi sayang aku belum punya HP.

Kamu yang pertama bersandar di bahuku dan kamu melakukannya di sisi wanita yang juga menginginkannya.

Aku lebih memilih menghabiskan waktuku dengan belajar Fisika daripada memikirkanmu… Kamu, emangnya gua pikirin :P
sementara kamu…
datang dari jauh hanya untuk melihatku bermain bola di lapangan yang dinamakan “Tangsi” atau “Stadion Gambiri” dan diakhir pertandingan itu aku mengalami cidera betis ringan.

Kamu yang pertama mengatakan benci karena aku tidak mengerti perasaanmu.

Kamu yang pertama yang merasakan kecewa yang mendalam karena rasa pecundangku… Aku merasa tidak bersalah saat itu… Tapi sekarang, aku kecewa dengan diriku sendiri, dengan keegoisanku yang melewatkanmu (sambil bernyanyi lagu “Yang Terlewatkan”).

Kamu yang pertama… tapi kamu tidak sendiri.

Tulisan ini ku tulis saat aku stress dengan “coding”… Ntah kenapa aku jadi teringat kamu.
Aku berharap setelah menulis ini aku mendapat solusi atas masalah itu yang ku sebut sebagai “coding gila”.
Created 18-Maret-2011 13.30
Publishnya agak lama ya… :D

Posted by: Carlin Siagian | November 7, 2010

Surat ni anak kost tu natorasna laho manjalo balanjo

Hinalang, 28 Nopember 1998

Mandapothon  natorashu

di Parhitean

*Sai Tuhan ta ma na mangaramoti hita manang tudia pe hita mangalangka*

Amen

Bapa, Oma, adek nang iboto niba di huta, boado kabarmuna saonari? Sai anggiat ma nian kabar na denggan jalan hipas-hipas. Ia ahu anakmuna na mangirim surat on sehat-sehat do jala hipas-hipas.

Bapa, Oma,  ahu mangirim surat on na naeng manjalo balanjo do laho tu bulan 12 (Desember). Alana hepeng na hujalo na dibulan 11 (Nopember) i otik nae nama. Bapa, Oma hepeng na porlu di ahu godangna Rp.151500,- Ima na laho bahenonhu tu keperluan :

  1. Manuhor boras sakaleng -> Rp.50000,-
  2. Manuhor gulamo (ikan asin) ½ kg -> Rp.10000,-
  3. Manuhor tomat, cabe, bawang -> Rp.10000,-
  4. Manuhor  sayur botol -> Rp.5000,-
  5. Mambayar uang kost bulan 12 -> Rp.20000,-
  6. Manuhor gula pasir ½ kg -> Rp.3000,-
  7. Manuhor  sira 1 bungkus -> Rp.1000,-
  8. Manuhor miak makkan 1/2 kg -> Rp.5000,-
  9. Manuhor miak lampu 1 liter -> Rp.5000,-
  10. Manuhor tangki minyak ni kompor masak alana nga bocor tangki minyak ni kompor i -> Rp.9000,-
  11. Ongkos mulak tu huta bulan 12 -> Rp.10000,-
  12. Mambayar uang SPP bulan 12 -> Rp.12.000,-
  13. Manuhor pulpen pilot 1 biji -> Rp.1500,-
  14. Manuhor jangka tu keperluan pelajaran Matematika -> Rp.10000,-

Jadi godang na Rp.151.500,-

Bapa, Oma hepeng na hujalo na bulan 11, hubaen doi tu na denggan.

Bapa, Oma masihol do ahu tu huta, naeng urupanhu do hamu tu balian, marmahan horbo dohot angka karejo na asing. Hu ingot do loja muna na karejo i, jadi ahu burju-burju do marsiajar asa unang marisuang loja munai. Bapa, Oma ahu nunga dipillit jadi perwakilan sian sikkola laho mengikuti Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Toba Samosir ima bulan April taon na ro. Tangianghon hamu ma ahu asa juara, asa boi muse dohot tu tingkat Propinsi Sumatera Utara dungi tingkat Nasional. Bulan 12 on mulak do ahu tu huta dung sae manjalo raport. Hami libur 2 minggu disi, libur semester sekalian natal dohot taon baru.

Songoni ma hata sian ahu anakmuna. Botima.

Ttd

Liston Siagian

NB. Lehon hamu ma hepengi tu na mamboan surat on (Poltak Manurung).

Ini merupakan surat dari anak kost sewaktu SMA yang dikirim ke orangtuanya untuk meminta biaya sekolah+biaya hidup selama 1 bulan. Surat ini ditulis sekitar 12 tahun lalu.  Handphone belum ada, jadi harus pakai surat. Klo jaman sekarang mungkin tinggal SMS ortu : “Ma, duitku dah tipis ni, kirimin ya ma, 1 juta za…” Si anak bahkan tidak menanya kabar ortunya.

Ditulis kembali sesuai dengan ingatan, dengan pengubahan seperlunya oleh pemilik blog.

Posted by: Carlin Siagian | July 18, 2010

4 Tahun Lalu

Lama sudah aku tidak menulis di blogku, sudah setahun lebih. Aku pikir saatnya kembali lagi menulis di blog. Mungkin saja ini yang terakhir, tapi ku harap bukan.
Aku teringat kisah 4 tahun lalu, masa-masa yang paling sulit dalam hidupku. Kenapa baru sekarang aku cerita? karena aku pikir sudah saatnya teman-temanku tahu tentang hal ini.

18 Juli 2006, bapaku menghembuskan napasnya yang terakhir. Bapaku sudah 2 bulan terbaring tak berdaya. Padahal 20 Juli 2006 ada USM PI-DEL dimana aku sudah terdaftar sebagai pesertanya. Seyogianya 18 Julilah USM PI-DEL tapi diundur jadi 20 Juli. Tuhan punya rencana lain, karena klo USM PI-DEL tidak diundur, aku ga bakalan melihat bapaku di hari terakhir masa hidupnya.

“Aku tidak akan mengikuti ujian”, itulah kata-kata yang ku ucapkan ke mama dan abangku. Tapi mereka bilang “Kamu harus ikut ujian”. Aku berangkat ke Porsea 19 Juli 2006, untuk mengikuti USM PI-DEL, 20 Juli 2006 di kampus PI-DEL Sitoluama. Sepenting apakah kuliah itu hingga aku harus meninggalkan bapaku yang terbaring tak bernyawa? Sepenting apakah kuliah itu hingga aku harus meninggalkan keluargaku yang sedang dirundung kesedihan?
Malam harinya aku sendiri di Porsea di rumah itoku, karena besok aku harus mengikuti USM PI-DEL. Aku sangat sedih, aku kehilangan orang yang sangat aku kasihi. Orang yang selalu menasehatiku, membimbing aku. Dan disaat seperti ini Tuhan memanggil bapaku. Kenapa Tuhan?

20 Juli 2006 pagi, aku berangkat ke kampus PI-DEL di Sitoluama. Di sana aku bertemu dengan teman SMAku. Aku tidak memberitahukan kisah yang sedang aku alami. Mereka tidak perlu tahu, aku tidak ingin merepotkan mereka. Waktu ujian tiba, kami masuk ke auditorium untuk mengikuti ujian. Aku tetap berusaha fokus karena itulah tujuanku datang ke kampus PI-DEL untuk mengikuti ujian. “LULUS” itulah yang ada dalam benakku, aku tidak ingin perjalananku sia-sia. Aku optimis bisa lulus. Dan aku lulus.

Buat bapaku, aku sekarang sudah bekerja. Aku bisa kuliah karena perjuangan mama dan abang. Thanks for my brother “Romedi Siagian” and my mother “S. Hasibuan”. Perjuangan kalian tidak sia-sia. Bapa maafkan aku buat kompetisi yang gagal aku menangkan. Aku sudah berusaha, mungkin belum waktunya. Tujuanku adalah untuk mendapat beasiswa, tapi aku gagal. “Pendidikan butuh biaya”. Bapa maafkan aku karena aku tidak permisi saat aku barangkat ke Medan untuk mengikuti SPMB. karena kalau aku permisi, bapa tidak akan mengijinkan. Bapa begitu baik, bapa mengerti. Saat aku pulang dari Medan, ku kira bapa akan marah karena aku pergi tanpa permisi.  Bapa, aku yakin lulus walaupun aku tidak ikut bimbingan. Bapa kalau aku lulus aku akan mendapat beasiswa untuk tahun pertama. Dan aku lulus tapi aku tidak mengambilnya, karena aku memilih PI-DEL.

Bapa aku masih merindukanmu walaupun tak mungkin lagi bapa kembali. Semangatku pudar disaat bapa sudah tiada. Semasa hidupmu aku belum bisa memberi apa-apa. Aku hanya bisa memandikanmu saat bapa sudah tidak bisa mandi sendiri, aku hanya bisa menyuapimu saat bapa sudah tidak bisa makan sendiri. Aku hanya bisa memijat tubuhmu yang kaku yang selalu berbaring karena bapa sudah tidak bisa berjalan sendiri. Bapa berbaring di tempat tidur 24 jam sehari. 7 hari seminggu sampai dua bulan. Aku hanya bisa memberikan sesendok air putih disaat bapa akan meninggalkan kami. Dan terakhir aku memandikanmu saat bapa sudah tidak bernyawa lagi. Aku masih ingat itu. 4 tahun lalu. Aku masih ingat saat bapa membisikkan pesan terakhir, yang tidak bisa ku dengar lagi, karena bapa sudah tidak bisa lagi berbicara di 1 jam terakhir. Aku yakin isi pesan itu “Burju-burju ho amang, ikkon hasea do ho haduan”.
Saat ini, apabila aku pulang aku hanya bisa melihat tempat peristirahatanmu yang terakhir di kebun yang dulu bapa pelihara, yang dulu kita pernah bekerja di sana.

Bapa disaat aku menulis ini, aku menitikkan airmata, airmata saat mengenangmu. karena bapa pantas untuk dikenang dan itu harus.

Buat teman SMAku maafkan aku karena aku tidak cerita ma kalian. Aku tidak ingin merepotkan kalian. Ku harap kalian sukses sekarang.

Bapa di Sorga, terimakasih buat berkat dan anugerahMu. Terimakasih karena Bapa senantiasa memberkati usaha keluargaku, khususnya usaha seorang Ibu yang baik hati, seorang pahlawan yang berjuang untuk membiayai kuliahku.

Posted by: Carlin Siagian | November 22, 2008

Blogku active lagi

Horeeee, aku bisa ngeblog lagi …

Soalnya 2 hari yang lalu (kamis), blogku diblokir,
kenapa diblokir? katanya ada iklannya, klo di wordpress kan,
iklan itu nggak boleh dibuat (wordpress kan gratis),
jadi klo mau buat iklan, buat aja di blog yang dibolehkan (biasanya berbayar).

Aku sempat bengong, soalnya nggak nyangka blogku bakalan diblokir,
trus kucari tahu penyebab blogku diblokir, rupanya iklannya yang menjadi
penyebab masalah.

Setelah aku ngirim email ke adminnya wordpress, adminnya mereply
dan mengaktifkan blogku lagi, tapi bannernya harus dihapus.
Banner diblogku jadinya kuhapus kecuali banner blogger sumut
(klo yang satu ini nggak boleh dihapus, ya nggak para blogger sumut).

Satu hal yang pasti, aku bisa ngeblog lagi.

Posted by: Carlin Siagian | November 16, 2008

Ayah aku rindu

Ayah, aku rindu melihat wajahmu
Aku rindu mendengar nasehatmu
Ayah, dulu aku begitu bersemangat
Aku berjuang untuk mencapai-nya
Walau harus bersembunyi
Disaat Ayah tahu, ternyata Ayah senang

Urai air mata, saat kau pergi
dan aku masih harus berjuang
Tapi motivasi itu hilang
Seiring dengan kepergianmu

Maafkan aku Ayah

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.