Ayah, aku rindu melihat wajahmu
Aku rindu mendengar nasehatmu
Ayah, dulu aku begitu bersemangat
Aku berjuang untuk mencapai-nya
Walau harus bersembunyi
Disaat Ayah tahu, ternyata Ayah senang
Urai air mata, saat kau pergi
dan aku masih harus berjuang
Tapi motivasi itu hilang
Seiring dengan kepergianmu
Maafkan aku Ayah

pedih
tapi toh hidup harus jalan terus
dari proses kehilanganlah kita menemukan
By: Robert Manurung on November 16, 2008
at 8:11 pm